Login
Register

Home

Profil PA

Transparansi

Layanan Informasi

Link Aplikasi

Arsip

Index Berita
images/banner/1.jpg
Perkara Diterima Hari Ini

Panggilan Perkara Ghaib

Perkara Belum Ambil PSP

Kerja Berorientasi Proyek Itu Tidak Benar

Bandung l Badilag.net

Kesalahan-kesalahan berpikir masih kerap muncul di kalangan aparatur negara. Di antaranya dalam hal orientasi melaksanakan pekerjaan.

Nara Sumber dari Menpan, Depi Ananta (kiri) di dampingi Kabag Bagian umum Ditjen Badilag, Arif gunawansyah, SH., MM (kanan)

“Keliru apabila hanya berorientasi pada pelaksanaan proyek tanpa memikirkan manfaatnya bagi masyarakat. Itu namanya cost or budget oriented,” ujar Depi Ananta, dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

 

Depi mengungkapkan hal itu saat menjadi narasumber di hari ke-2 Rapat Kerja Ditjen Badilag di Hotel Garden Permata, Bandung, Rabu siang (22/2/2012). Ia menyampaikan materi tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Menurut Depi, kemampuan menyerap anggaran bukan ukuran keberhasilan. Demikian juga output berupa sarana, barang atau jasa pelayanan.

“Yang terpenting adalah outcome, yakni berfungsinya sarana, barang, dan jasa itu. Dengan kata lain, sejauh mana manfaatnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Depi mengingatkan, di kementerian dan lembaga negara, kerja dan kinerja adalah dua hal yang berbeda. Kerja identik dengan melaksanakan kegiatan yang ujung-ujungnya berorientasi pada penyerapan anggaran. Sementara itu, kinerja adalah aktivitas yang berorientasi pada hasil, bukan semata-mata melaksanakan kegiatan, apalagi menghabiskan anggaran.

Depi menegaskan, good governance adalah pemerintahan yang berorientasi pada hasil. Untuk itu, yang diperlukan mula-mula adalah mengubah cara berpikir. Reformasi, tandasnya, identik dengan cara berpikir sistemik.

“Tidak efisien, rumit, mempermasalahkan hal-hal sepele, mempersulit hal-hal yang mudah dan sederhana. Semua itu sumber pemborosan terbesar,” bebernya.

Hal lain yang mesti diperhatikan adalah perencanaan strategis. Depi mengatakan, perencanaan strategis merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama satu sampai lima tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.

Dalam kesempatan ini Depi juga mengulas pelbagai hal seputar LAKIP. Sesuai Permenpan No. 29 Tahun 2010, outline LAKIP terdiri ikhtisar eksekutif, pendahuluan, perencanaan dan perjanjian kinerja, akuntabilitas kinerja, penutup dan lampiran.

(hermansyah)

(sumber:http://www.badilag.net/liputan-raker-badilag-2012/9947-kerja-berorientasi-proyek-itu-tidak-benar-232.html)

mahkamah agung badilum dilmitum badilag JDIH MARI Badan Pengawasan MARI
pembaruan putusan asian lii pedoman perilaku hakim Pengaduan Balitbangkumdil Online
PTA Bandar Lampung PA Tanjung Karang PA Metro PA Kalianda PA Gunung Sugih
PA Tanggamus PA Tulang Bawang PA Krui PA Blambangan Umpu