Login
Register

Home

Profil PA

Transparansi

Layanan Informasi

Link Aplikasi

Arsip

Index Berita
images/banner/1.jpg
Perkara Diterima Hari Ini

Panggilan Perkara Ghaib

Perkara Belum Ambil PSP

Kotabumi, 1 Agustus 2017 merupakan hari bersejarah bagi pasutri yang sudah lama bercerai. Adalah bapak Kadir (nama samaran) dan Ibu Kodriyah (nama samaran) telah bersengketa dalam menyelesaikan pembagian harta bersama di Pengadilan Agama Kotabumi. Rupanya rumah tangga pasutri yang kandas di penghujung jalan membuat keduanya harus berbagi harta bersama yang lumayan banyak. Lebih kurang terdiri 60 item perkakas rumah tangga dan 800 meter persegi tanah dan bangunan sebagai harta bersama keduanya.

Bukan perkara mudah menyelesaikan perkara harta bersama tatkala dua hati sudah pecah dan dibayang bayangi angkara murka, sikap emosi dan mau menang sendiri sudah menjadi pemandangan sehari hari, baik dalam persidangan maupun di luar persidangan.

Alkisah sang isteri mengajukan perkara gugatan harta bersama sejak Nopember 2016 dan diputus 17 Mei 2017 berakhir tanpa diajukan banding oleh kedua belah pihak yang masing masing maju didampingi oleh kuasa hukum. Tanpa adanya permohonan banding berarti kedua belah pihak menerima putusan majelis hakim yang dalam amarnya membagi seluruh harta bersama separuh bagian untuk masing masing pihak.

Tibalah waktunya perkara tersebut berkekuatan hukum tetap. Sang isteri pun mengajukan permohonan eksekusi. Yang kemudian diterbitkan penetapan oleh Ketua PA Kotabumi tertanggal 13 Juli 2017. Proses eksekusi pun berjalan sesuai dengan prosedur, dua kali dilakukan aanmaning dipimpin langsung oleh Drs. H. Sanusi MH selaku Ketua Pengadilan Agama Kotabumi. Disaat aanmaning kedua akhirnya para pihak sepakat untuk melaksanakan eksekusi secara damai sesuai dengan isi putusan pengadilan.

Dalam wawancara langsung dengan redaktur www.pa-kotabumi.go.id, atas pertanyaan redaktur mengenai bagaimana “trik” hingga perkara eksekusi berakhir damai, beliau menyampaikan bahwa “Memang sesungguhnya bukan perkara mudah membuat suasana kondusif – dalam arti damai dan tenteram- bagi mantan pasutri yang sudah bercerai. “Yang saya lakukan adalah pendekatan persuasif dengan nuansa religius, sehingga Alhamdulillah keduanya sadar akan hak dan kewajiban masing masing, hingga pada hari ini eksekusi dilaksanakan dengan damai”. “Saya ucapkan terimakasih banyak kepada segenap petugas yang terkait dengan eksekusi ini terutama Panitera dan Jurusita serta yang lainnya  yang telah bekerja dengan baik”, demikian pungkasnya mengakhiri wawancara dengan redaktur.

Eksekusi merupakan wujud dari hadirnya peradilan dalam menjamin hak hak warga negara, ketika sudah dilakukan eksekusi maka eksistensi peradilan akan lebih terasa bermakna.

mahkamah agung badilum dilmitum badilag JDIH MARI Badan Pengawasan MARI
pembaruan putusan asian lii pedoman perilaku hakim Pengaduan Balitbangkumdil Online
PTA Bandar Lampung PA Tanjung Karang PA Metro PA Kalianda PA Gunung Sugih
PA Tanggamus PA Tulang Bawang PA Krui PA Blambangan Umpu